Kampar (Ramanews) – Duta Harmoni Moderasi Beragama Indoesia 2021, Zuhudiah Azzahra, berasal dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kampar, Provinsi Riau, paparkan 7 prinsip atau aksi Moderat dalam acara Indonesia Forward TV CNN, pada acara puncak Madrasah Award 2021 di Jakarta. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, melalui Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari selasa (14/12/2021), diruang kerjanya. 7 prinsip atau aksi Moderat tersebut adalah "M"enolak faham radikal, "O"perasi tambang, "D"erma rutin beda agama, "E"njoi berintegarasi dengan siapa saja, "R"ajin gotong royong dan menolong sesama, "A"ngkat dan suarakan kebenaran atas rasisme saudara kita, serta "T"eguh, jujur, enggan memiliki hak orang lain". Sebelum menyampaikan hal tersebut, Zuhudiah Azzahra memperkenalkan diri dengan Bahasa Melayu Riau. Penampilan beliau sungguh membahagaikan kita semua, terutama Masyarakat Riau, Khususnya masyarakat Kampar, ucap Agus. Acara talk show ini bertajuk Moderasi Beragama: “Madrasah Membangun Harmoni, Memajukan Negeri”. Acara ini mengahdirkan 4 Narasumber, yakni Prof Dr H Ali Ramdani selaku Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama, Aldinta Bastrisya dari MAN 1 Jembrana Bali Juara I Kategori penggerak wisata budaya bertalenta. Kemudian Wida Puspa Mokolintad dari MAN 1 Kotamobagu Sulawesi Utara juara II Kategori penggerak peduli lingkungan bertalenta dan Zuhudiah Azzahra dari MAN 1 Kampar Riau, juara III Kategori Penggerak peduli budaya lokal bertalenta. Acara ini dipandu langsung oleh Diana Dwika. Madrasah Award 2021 adalah agenda puncak yang dihelat Kementerian Agama melalui Direktorat KSKK bersama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam untuk mengapresiasi insan pembelajar madrasah, lembaga pendidikan madrasah berprestasi, invovasi pembelajaran serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, para staf ahli dan tenaga ahli Menteri Agama, para Rektor, dan pejabat eselon Kementerian Agama. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. (Ags)