Kuok RAMA NEWS, Menikah bukan hanya sebuah ikatan lahiriah antara dua insan, tetapi juga merupakan ibadah yang paling panjang dalam kehidupan manusia. Tidak heran jika banyak ulama dan tokoh agama menekankan pentingnya persiapan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Untuk menyelamatkan pernikahan tersebut, Kementerian Agama sengaja membuat acara Bimbingan Perkawinan (Bimwin), yang kita laksanakan hari ini. Demikian disampaikan Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Ahmad Fadhli SH MM, didampingi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuok Muhammad Yasir MSy, saat membuka sekaligus memberikan materi pada acara Bimwin, hari rabu (27/08/2025) di aula balai nikah KUA Kecamatan Kuok. Acara ini diikuti oleh 8 pasangan calon pengantin (Catin).

 

Fadhli mengatakan, Pernikahan adalah perjalanan ibadah yang menyatukan dua hati, dua karakter, dan dua keluarga. Tantangan serta ujian akan selalu menyertai perjalanan tersebut, sehingga dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan saling pengertian agar rumah tangga tetap harmonis.

 

“Menikah itu ibadah terpanjang, bahkan seumur hidup. Karena itu, persiapannya tidak boleh asal-asalan. Harus matang, baik dari sisi agama, mental, maupun ekonomi,” ujar H Fadhli.

 

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan diri menjadi pondasi utama dalam membina rumah tangga. Persiapan ilmu agama akan membimbing pasangan untuk saling menghormati dan menjalani peran sesuai ajaran Islam, sementara persiapan mental membantu menguatkan diri menghadapi konflik rumah tangga.

 

Selain itu, aspek ekonomi juga menjadi bagian penting. Meski bukan segalanya, kondisi finansial yang cukup dapat mendukung kelancaran kehidupan rumah tangga.

 

Dengan demikian, menikah bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan sebuah perjalanan ibadah panjang yang membutuhkan tekad, komitmen, dan persiapan sebaik-baiknya. Sehingga tujuan  pernikahan yakni Sakinah Mawaddah Warohmah, bisa kita wujudkan, pungkas Fadhli. (Mha)